Chopper Dari Limbah Bengkel

Posted by: Maya Sari
My Happy Blogging, Updated at: 03.26
Bagi sebagian pemodifikasi, mungkin Honda GL 100 bukan termasuk sepeda motor yang lazim dimodifikasi. Terutama untuk perombakan berskala ringan atau menengah lantaran tampilan standarnya tidak disukai anak muda. Bagi Aya Sofia yang kebetulan punya GL100 produksi 1980, justru ini tantangannya.

Untuk merombak model sport Honda itu, Aya punya dua modal kuat. Pertama, ia tak perlu menunjuk rumah modifikasi karena punya sendiri dengan bendera Puspa Kediri Custom Chopper di Jati makmur, Pondok Gede, Bekasi. Kedua, dirinya cukup berpengalaman membangun roda dua. Termasuk GL100 miliknya yang telah "disulap" menjadi chopper ciamik.  “Emang suka, sih sama gaya yang santai dan untuk dipakai jalan pun masih nyaman,” ujar Aya.

Pria tinggi besar ketika KompasOtomotif, pekan lalu menjelaskan,”Lama juga membangunnya, karena materi yang dipake kebanyakan barang-barang klien yang udah jadi limbah dibengkel. Pada dasarnya, semua bagian motor sudah berubah kecuali nomor sasis.”

Setiap detil desain merupakan hasil tangan dinginnya. Seperti lekukan-lekukan rangka yang diperhitungkan matang mengikuti ukuran tubuhnya. “Sehingga, kalau dikendarai jadi sesuai. Konsep ini pun saya terapkan untuk setaip klien saya,” tambahnya.

Tampilan khas chopper dengan garpu depan menjorok panjang, untuk meredam guncangannya dipasangi per ulir diambil dari motor bebek. Sedangkan untuk mengurangi kekakuan di belakang, bagian bawah jok tunggal (khusus pengendara) dikasih per daun agar lentur. Di sektor kaki-kaki agar terlihat lebih klasik, Aya memakaikan tromol CB200 di depan dan belakang, sehingga khas motor chopper dengan diameter ban besar lebih kental. “Nah, kalau di tangki dan spatbor agak unik karena pakai bahan dasar alternatif pelat CPU computer,” jawab pria ramah itu.

Sumber tenaga tak luput dari perhatiannya. Untuk mendongkrak tenaga, komponen Honda Tiger 2000 dicaplok. Inovasi dilakukan Aya seperti aplikasi kopling hidrolis dari master rem Yamaha Force One yang telah diadaptasi agar kedudukannya pas. Sedangkan master bawahnya mengandalkan milik Yamaha RX King, yang telah dibubut ulang dan ditempelkan pada bak olie dengan las babet.

0 komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.